Penerapan Metode Six Sigma DMAIC untuk Meningkatkan Kualitas Produksi pada Proses Pengemasan Produk Makanan Ringan

Main Article Content

M. Fiqri A.
Aldy Seti A.
Herlambang Wildan F.
Sepiyan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pengemasan produk makanan ringan melalui penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Proses pengemasan merupakan salah satu tahap kritis dalam produksi karena berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir dan kepuasan konsumen. Berdasarkan data awal, tingkat kerusakan kemasan mencapai 15% dari total produksi mingguan, yang berdampak pada meningkatnya keluhan pelanggan dan biaya rework. Tahap Define dilakukan untuk mengidentifikasi masalah utama dan tujuan perbaikan. Pada tahap Measure, dilakukan pengumpulan data terkait jumlah kemasan rusak, menunjukkan rata-rata 150 kemasan rusak dari setiap 1000 unit yang diproduksi. Tahap Analyze menggunakan diagram pareto dan fishbone untuk mengidentifikasi akar masalah, yaitu ketidakkonsistenan dalam pengaturan mesin pengemas. Perbaikan dilakukan pada tahap Improve dengan penyesuaian mesin dan pelatihan operator, yang berhasil menurunkan tingkat kerusakan menjadi 4%. Tahap Control memastikan keberlanjutan perbaikan melalui standar prosedur kerja baru dan inspeksi rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan DMAIC efektif dalam menurunkan tingkat cacat produk dan meningkatkan efisiensi proses pengemasan. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi industri makanan ringan dalam menerapkan metode Six Sigma sebagai strategi peningkatan mutu yang sistematis dan berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles

References

[1] A. Widodo, T. Anissa, and I. Mubarokah, “Pemanfaatan Teknologi Industrial Internet of Things (IIoT) untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas di Industri Manufaktur,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 2, no. 9, pp. 4098–4105, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v2i9.1623.

[2] D. Sjarifudin, H. Kurnia, H. H. Purba, and C. Jaqin, “Implementation of the six sigma approach for increasing the quality of formal men’s jackets in the garment industry,” J. Sist. dan Manaj. Ind., vol. 6, no. 1, pp. 33–44, 2022, doi: 10.30656/jsmi.v6i1.4359.

[3] A. Nuryono, H. Kurnia, E. B. Tambunan, and T. N. Wiyatno, “Analisis Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proses Produksi Saus dengan Metode Fault Tree Analysis,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 11, no. 2, pp. 141–154, 2023, doi: 10.24912/jitiuntar.v11i2.23977.

[4] I. Zulkarnaen, E. T. Denatara, A. Budiati, J. Nurani, and Y. Kusnandi, “Peningkatan Ketahanan Pangan Berbasis Security Menggunakan Metode Eco-Enzyme Pada Perkebunan Sayuran,” J. Kaji. Ilm., vol. 23, no. 4, pp. 365–378, 2023, doi: 10.31599/jki.v23i4.3187.

[5] H. Kurnia and H. Hardi Purba, “A Systematic Literature Review of Lean Six Sigma in Various Industries,” J. Eng. Manag. Ind. Syst., vol. 9, no. 2, pp. 19–30, 2021, doi: 10.21776/ub.jemis.2021.009.002.3.

[6] C. Rizkiyani and R. Emelia, “Evaluasi Skrining Kelengkapan Resep Pasien BPJS Rawat Jalan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung,” Cerdika J. Ilm. Indones., vol. 2, no. 1, pp. 84–89, 2022, doi: 10.36418/cerdika.v2i1.323.

[7] P. Wisnubroto, “Kaizen Analysis and New Seven Tools as an Effort to Reduce Product Defects,” J. Tek. Ind. IST Akprind, vol. 3, no. 6, pp. 34–45, 2015.

[8] H. Kurnia, C. Jaqin, H. H. Purba, and I. Setiawan, “Implementation of Six Sigma in the DMAIC Approach for Quality Improvement in the Knitting Socks Industry,” tekstilvemuhendis, vol. 28, no. 124, pp. 269–278, 2021, doi: 10.7216/1300759920212812403.

[9] M. Mohammad, R. Mann, N. Grigg, and J. P. Wagner, “Selection of quality improvement initiatives: An initial conceptual model.,” J. Qual. Meas. Anal., 2009.

[10] I. Setiawan, O. S. P. Tumanggor, and H. H. Purba, “Value Stream Mapping: Literature Review and Implications for Service Industry,” J. Sist. Tek. Ind., vol. 23, no. 2, pp. 155–166, 2021, doi: 10.32734/jsti.v23i2.6038.

[11] G. Yadav, S. Luthra, D. Huisingh, S. K. Mangla, B. E. Narkhede, and Y. Liu, “Development of a lean manufacturing framework to enhance its adoption within manufacturing companies in developing economies,” J. Clean. Prod., vol. 245, no. 10, pp. 1–34, 2020, doi: 10.1016/j.jclepro.2019.118726.

[12] M. Ramadan, S. Sukarta, and R. Fitriani, “Analisis Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menggunakan Failure Mode And Effect Analysis Di PT. XYZ,” J. Sist. Tek. Ind., vol. 23, no. 1, pp. 46–58, 2021, doi: 10.32734/jsti.v23i1.4959.

[13] D. Yuswandi, D. Anindya, and R. Dwicahyani, “Pengendalian Kualitas Produk Cacat Hollow Alumunium Menggunakan Metode Six Sigma dengan Tahapan DMAIC (Studi Kasus di PT. XYZ Surabaya),” Semin. Nas. Teknol. Ind. Berkelanjutan I (SENASTITAN I), pp. 421–429, 2021.

[14] H. M. Asih, T. T. Suhariyanto, and M. C. Ramadhan, “Designing Standard Operation Procedure to Produce Environmentally Friendly Liquid Detergent,” Opsi, vol. 15, no. 2, p. 317, 2022, doi: 10.31315/opsi.v15i2.6446.

[15] M. Bhargava, “Process Improvement in Textile Industry using Six Sigma,” Int. J. Res. Appl. Sci. Eng. Technol., vol. 7, no. 12, pp. 136–141, 2019, doi: 10.22214/ijraset.2019.12023.