Analisis Pengendalian Resiko K3 Pada Bagian Proses Produksi Pembuatan Kerupuk Dengan Menggunakan Metode The Structured What-If Analysis (SWIFT)

Main Article Content

Arif Nuryono
Yayan Saputra
Arrifku Rizkika Suharsono
Andriyas Sugiarto

Abstract

Analisis pengendalian resiko K3 pada bagian proses produksi pembuatan kerupuk dengan menggunakan metode The Structured What-if Analisis (SWIFT) di CV. XYZ Permasalahan yang terjadi pada CV. XYZ adalah masih sering terjadinya kecelakaan kerja yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan operator tentang K3 dan tidak adanya alat pelindung diri (APD). Tujuan penelitian ini merupakan Untuk mengetahui potensi bahaya yang ada apa di CV. XYZ, Untuk menerapkan cara pengendalian risiko pada bagian proses produksi pembuatan kerupuk di CV. XYZ, Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab dan cara pencegahan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode SWIFT. Hasil penelitian yang di dapat setelah penelitian adalah Potensi bahaya yang terjadi pada bagian proses produksi kerupuk di CV. XYZ diantaranya adalah terjepit, terpeleset, tertimpa adonan, melepuh, menghirup debu, suara bising. Dan Bedasarkan hasil penilaian risiko didapatkan yaitu prioritas tinggi yang signifikan. Usulan perbaikan risiko K3 pada bagian proses produksi kerupuk di CV. XYZ dimulai dengan menyediakan rambu-rambu peringatan dalam penggunaan alat pelindung diri, tangan terjepit, memberi arahan dan peraturan sebelum dimulaiya proses mixing. Kemudian membuat prosedur kerja yang aman, melakukan pemantauan evaluasi kinerja peraturan K3, gunakan sarung tangan tahan panas saat mengangkat kerupuk dari wajan, hindari penggunaan air, dan gunakan wadah yang sesuai banyak nya kerupuk.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Arif Nuryono, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Industrial Engineering

Yayan Saputra, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Industrial Engineering

Arrifku Rizkika Suharsono, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Industrial Engineering

Andriyas Sugiarto, Universitas Pelita Bangsa

Industrial Engineering

References

[1] S. Aprilia, H. Kurnia, W. T. Setyawan, E. Ashar, and A. Wahyudi, “Peninjauan Keselamatan dan Kesehatan (K3) Terhadap Aktifitas Kerja Karyawan di Berbagai Perusahaan Secara Kajian Sisitematik,” Ind. Xplore, vol. 8, no. 2, pp. 203–211, 2023, doi: 10.36805/teknikindustri.v8i1.5102.

[2] A. Nuryono, H. Kurnia, E. B. Tambunan, and T. N. Wiyatno, “Analisis Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proses Produksi Saus dengan Metode Fault Tree Analysis,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 11, no. 2, pp. 141–154, 2023, doi: 10.24912/jitiuntar.v11i2.23977.

[3] E. B. M. Tambunan, D. Sjarifudin, H. Kurnia, and M. R. Mubarok, “Analisis Pengurangan Tingkat Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proses Pembuatan Konveyor dengan Metode HIRADC,” J. Keselam. Kesehat. Kerja dan Lingkung., vol. 04, no. 2, pp. 136–146, 2023, doi: 10.25077/jk3l.4.2.136-146.2023.

[4] R. Firmansyah, H. Kurnia, I. Nugroho, J. Kenedy, and A. Safi, “Perancangan Ergonomi Dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Kajian Literature Review,” J. Tek. Ind., vol. 04, no. 01, pp. 87–96, 2023, doi: 10.37366/JUTIN.0401.8796.

[5] S. Makhmudah, R. A. Pratama, H. Kurnia, N. F. Zakaria, and A. Nurdin, “Perancangan Sistem Kerja di Berbagai Industri Manufaktur: Kajian Literature Review,” J. Tek. Ind., vol. 2, no. 1, pp. 51–57, 2021, doi: 10.37366/JUTIN0302.8392.

[6] I. Sofani, Y. Wulandari Tanjung, H. Kurnia, I. P. Ningrum, and R. N. Saputro, “Tinjauan Sistematik Pada Perancangan Sistem Kerja Di Industri Manufaktur Indonesia,” J. Ind. Eng. Syst., vol. 3, no. 2, pp. 85–92, 2022, doi: 10.31599/jies.v3i2.1695.

[7] M. Yusuf, T. I. Oesman, and N. A. Wicaksono, “Pemberdayaan Karyawan Dalam Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis Fault Tree Analysis,” J. Ergon. Indones. (The Indones. J. Ergon., vol. 6, no. 1, p. 52, 2020, doi: 10.24843/jei.2020.v06.i01.p07.

[8] A. Nuryono, H. Kurnia, and I. Zulkarnaen, “Spare parts warehouse re-layout design with kaizen 5S implementation to reduce wasted time searching for machine parts,” Oper. Excell. J. Appl. Ind. Eng., vol. 15, no. 3, pp. 293–305, 2024, doi: 10.22441/oe.2023.v15.i3.095.

[9] D. Sjarifudin and H. Kurnia, “The PDCA Approach with Seven Quality Tools for Quality Improvement Men ’ s Formal Jackets in Indonesia Garment Industry,” J. Sist. Tek. Ind., vol. 24, no. 2, pp. 159–176, 2022, doi: 10.32734/jsti.v24i2.7711.

[10] H. Kurnia, C. Jaqin, H. H. Purba, and I. Setiawan, “Implementation of Six Sigma in the DMAIC Approach for Quality Improvement in the Knitting Socks Industry,” tekstilvemuhendis, vol. 28, no. 124, pp. 269–278, 2021, doi: 10.7216/1300759920212812403.

[11] A. Göppert, L. Grahn, J. Rachner, D. Grunert, S. Hort, and R. H. Schmitt, “Pipeline for ontology-based modeling and automated deployment of digital twins for planning and control of manufacturing systems,” J. Intell. Manuf., vol. 34, no. 5, pp. 2133–2152, 2023, doi: 10.1007/s10845-021-01860-6.

[12] S. Digiesi, F. Facchini, G. Mossa, and G. Mummolo, “Minimizing and balancing ergonomic risk of workers of an assembly line by job rotation: A MINLP Model,” Int. J. Ind. Eng. Manag., vol. 9, no. 3, pp. 129–138, 2018, doi: 10.24867/IJIEM-2018-3-129.